Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman, belum bisa berbicara panjang lebar mengenai rencananya meninggalkan kursi pelatih tim kebanggaan bobotoh.
Pelatih yang mengantarkan Persib meraih gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014 ini meminta waktu untuk berdiskusi kembali dengan keluarganya.
Ia juga mengaku akan melakukan shalat istikharah untuk menentukan nasibnya bersama tim kebanggaan bobotoh ini.
Saat media massa, termasuk JUARA, berkunjung ke kediamannya, Rabu (7/6/2017) malam, terlihat ada perwakilan bobotoh yang merayu serta memohon agar pelatih berusia 58 tahun ini tidak melepaskan jabatannya di tim Persib.
Baca Juga:
Hal itu membuat pelatih asal Majalengka tersebut mencoba memikirkan kembali keputusan apa yang akan diambil terkait masa depannya bersama Tim Maung Bandung.
"Mohon maaf kepada seluruh pihak, khususnya bobotoh, saya belum bisa memberikan keterangan secara resmi. Saya ingin meminta waktu untuk shalat istikharah dan berfikir ulang serta berbicara dengan keluarga," kata Djadjang dihadapan perwakilan bobotoh tersebut.
Sebelumnya, Djanur sapaan akrab Djadjang, akan melepaskan kursi pelatih Persib karena desakan keluarga yang sudah tidak kuat dengan tuntutan sebagian bobotoh di media sosial, terutama seusai takluk 0-2 dari Bhayangkara FC.
Djanur pun sudah meminta izin untuk beristirahat sejenak dan menenangkan pikiran, sehingga pada dua kali latihan pekan ini dia tidak terlihat berada di lapangan.
Tugas memimpin latihan Persib untuk sementara dijalankan oleh asistennya, Herrie Setyawan.