Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
22, Riko yang berumur 25 tahun enggan patah semangat.
Riko Simanjuntak jadi ’korban’ regulasi soal pemain U-22 di Piala Presiden 2017. Pemain dengan tinggi badan 160 cm itu pun harus sering memulai berjuang bersama Semen Padang pada babak kedua.
Ia harus rela lebih dulu duduk di bangku cadangan untuk memberi kesempatan kepada rekannya tampil. Riko kemudian baru bisa tampil selepas jeda.
”Kami sudah lolos ke 8 besar, tentu di sana persaingan akan lebih berat lagi dan tentu tim ini juga harus lebih siap lagi."
Gelandang Semen Padang, Riko Simanjuntak
”Ini membuat menit bermain menjadi berkurang. Makanya kalau sudah masuk di babak kedua, kami harus lebih kerja keras lagi. Karena, kami harus beradaptasi lagi,” tutur Riko.
Tampil hanya pada 45 menit kedua memang terbukti tidak menjadi halangan bagi pemain asal Pematang Siantar ini.
Ia tetap tampil apik saat pelatih Nilamizar menurunkannya. Dengan modal kecepatan yang dimilikinya, Riko menebar teror bagi pemain belakang lawan yang sudah terkuras sebagian tenaganya.
Hal ini terjadi saat Semen Padang melawan PSCS Cilacap di laga kedua Grup E Piala Presiden 2017, Selasa (14/2/2017).
Baca juga:
Masuk pada babak kedua, Riko langsung mencetak satu gol dan memberikan satu assist bagi Marcel Sacramento.
”Bisa mencetak gol tentu sangat disyukuri. Tetapi, intinya buat saya yang penting bisa memberikan kontribusi yang baik untuk tim setiap kali pelatih memberi kesempatan main,” ucap pemain mungil ini.
Saat ini, Semen Padang sudah mengantongi satu tiket untuk lolos ke 8 besar turnamen pra-musim itu. Riko tentu senang dengan capaian ini.
Namun, mantan pemain Persegres Gresik United ini meminta rekan-rekannya tidak cepat puas.
”Kami sudah lolos ke 8 besar, tentu di sana persaingan akan lebih berat lagi dan tentu tim ini juga harus lebih siap lagi. Saya salut pada teman-teman dan pelatih yang selalu kerja keras.”