Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Pelatih Real Madrid, Zinedine, Zidane, bersikap rendah hati menjelang partai kontra Real Betis pada partai lanjutan La Liga di Stadion Benito Villamarin, Sabtu (15/10/2016).
Catatan impresif mewarnai awal karier Zidane bersama Real Madrid. Mereka langsung meraih trofi Liga Champions kesebelas sepanjang sejarah.
Hanya, Zidane merasa tidak pernah mengklaim predikat pelatih terbaik dunia.
"Segalanya bisa terjadi dalam permainan ini. Anda mampu menjuarai Liga Champions, lalu berpikir sebagai pelatih terbaik di dunia," kata Zidane.
"Hanya, saya tidak pernah melihat diri sebagai pelatih hebat. Saya hanya ingin terus belajar," ucap dia.
#RMLiga
— Real Madrid C.F. (@realmadriden) October 14, 2016
This is our 19-man squad for Saturday's LaLiga match against @RealBetis_en.#HalaMadrid pic.twitter.com/jHgrXUyGOR
Bukan tanpa alasan Zidane bersikap demikian. Dia tengah disorot karena serangkaian hasil minor yang didapatkan Madrid.
Dalam empat pertandingan terakhir berbagai ajang, tim berjulukan Los Blancos selalu meraih hasil imbang.
"Hal terpenting bagi saya yakni mencari alasan kami terus bermain imbang dan solusi," tutur pria asal Perancis itu.
Madrid dituntut untuk kembali ke jalur kemenangan demi menjaga peluang meraih gelar juara. Mereka tertahan di peringkat kedua dengan koleksi 15 poin dan kalah selisih gol dari Atletico Madrid.