Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Pelatih Kepala China Bersyukur Tian Qing/Zhao Yunlei Kalah

By Sabtu, 21 Mei 2016 | 23:31 WIB
Pasangan ganda putri China, Tian Qing (kanan) dan Zhao Yunlei, berdiskusi di sela pertandingan melawan Jung Kyung-eun/Shin Seung-chan (Korea Selatan) pada babak final Piala Uber di Kunshan Sports Center, Kunshan, China, Sabtu (21/5/2016). (JOHANNES EISELE/AFP PHOTO)

Tim Piala Uber China berhasil mempertahankan gelar turnamen beregu wanita paling bergengsi tersebut. Tetapi keberhasilan mereka menjadi "cacat" karena raksasa bulu tangkis dunia tersebut kehilangan satu poin pada partai puncak.

Laporan langsung Aloysius Gonsaga Angi Ebo dari Kunshan, China

Terbilang "cacat" karena Li Xuerui dan kawan-kawan tidak bisa mempertahankan rekor tidak pernah kehilangan poin. Padahal sejak fase penyisihan grup hingga melangkah ke final, China selalu menang sempurna alias tak ada pemainnya yang kalah.

Namun pada pertandingan final melawan Korea Selatan di Kunshan Sports Center, Sabtu (21/5/2016), China harus rela menelan satu kekalahan. Pasangan senior Tian Qing/Zhao Yunlei menyerah 21-16, 17-21, 23-25 dari ganda putri peringkat keenam dunia, Jung Kyung-eun/Shin Seung-chan.

Tiga poin mereka raih dari Li Xuerui (tunggal pertama), Wang Shixian (tunggal kedua) dan Chen Qingchen/Tang Yuanting (ganda kedua).

Meskipun demikian, pelatih kepala China, Li Yongbo, mengaku senang dengan hasil tersebut. Pria 53 tahun yang merupakan mantan ganda putra terbaik China era 1980-an hingga awal 1990-an ini justru bersyukur Tian/Zhao kalah.

"Hari ini para pemain tampil sempurna dan merupakan terbaik dari yang pernah ada. Sebenarnya saya berharap kami menang 3-0, tetapi kadang kala nol itu tidak sempurna karena dengan kemenangan 3-0 maka tidak ada kesempatan bagi pemain muda untuk bermain. Karena itu, saya berterima kasih kepada Tian Qing dan Zhao Yunlei," ujar Li Yongbo.

Baca Juga:

China menurunkan pasangan muda, Chen Qingchen/Tang Yuanting, pada partai keempat. Ternyata Chen/Tang mampu mengemban tugasnya dengan sangat baik karena penampilan ganda yang belum memiliki peringkat dunia ini sangat mengesankan.

Mereka menang straight game 21-14, 21-16 atas Chang Ye-na/Lee So-hee, yang merupakan pasangan peringkat ke-8 dunia.

Keberhasilan Chen, yang baru berusia 18 tahun, dan Tang (21 tahun), membuat Li Yongbo bangga. Apalagi Chen dan Tang baru dipasangkan.

Selama ini Tang kerap berpasangan dengan pemain kaya pengalaman, Ma Jin, di samping pernah menjadi tandem Bao Yixin dan Yu Yang.

"Meskipun ini penampilan pertamanya, tetapi mereka bisa menyumbang poin untuk meraih gelar juara. Ini merupakan hal yang mengejutkan," ujar Li Yongbo.

Li Yongbo juga mengatakan bahwa Yu Yang, yang merupakan pasangan Tang Yuanting, harus diistirahatkan karena sudah berusia 30 tahun.

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P