Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Setelah melakukan penyelidikan termasuk memanggil seluruh pihak yang dianggap terlibat dalam aksi sepak bola gajah, PSS vs PSIS di babak 8 besar Divisi Utama 2014 (26/11), Komdis PSSI menjatuhkan hukuman kepada personal dari kedua tim.
Mereka yang dijatuhi hukuman dipastikan terlibat dengan berbagai pertimbangan.
"Mereka yang dijatuhi hukuman ini paham apa yang sebenarnya terjadi, tetapi tidak melakukan apa-apa serta tak membantu kelancaran penyelidikan," kata Hinca Panjaitan, Ketua Komdis PSSI.
Dalam keputusan yang dibacakan usai Sidang Komdis PSSI di Jakarta, Kamis (20/11), peradilan di PSSI itu juga memberikan sanksi berat kepada pelatih kedua tim dan manajer PSIS yang dianggap paling bertanggung jawab dalam penyusunan rencana terciptanya lima gol bunuh diri.
Sementara sanksi untuk Manajer PSS, Supardjiono, masih ditunda.
"Sanksi ini berlaku sejak 11 November dan bisa dibanding," kata Hinca.
Di luar "otak" pelaku sepak bola gajah yang disanksi dengan hukuman berat ini, Komdis PSSI juga menghukum seluruh pemain yang berada di daftar pemain kala kedua tim bertemu.
Daftar Sanksi Komdis PSSI terkait sepak bola gajah PSS vs PSIS:
- Sanksi larangan berkecimpung di aktivitas sepak bola nasional seumur hidup dan denda Rp200 juta:
Herry Kiswanto (Pelatih PSS), Eri Febrianto (Sekretaris PSS), Rumadi (ofisial PSS), Eko Riyadi (Pelatih PSIS), Wahyu Winarto (Manajer PSIS)
- Sanksi larangan berkecimpung di aktivitas sepak bola nasional selama 10 tahun dan denda Rp100 juta:
Edi Broto (asisten pelatih PSS), Edwin Syahrudin (pelatih fisik PSS), Setiawan, Budi Cipto (asisten pelatih PSIS)