Penyerang Nice, Mario Balotelli (26), berkomentar soal tindakan rasialis suporter SC Bastia kepada dirinya dalam pertandingan Ligue 1 di Stadion Armand Cesari, Jumat (20/1/2017), yang berakhir imbang dengan skor 1-1.
Seusai laga, Mario Balotelli langsung melayangkan protes resmi terkait sikap suporter Bastia yang melayangkan teriakan bernada rasialis dan menggunakan alat peraga untuk melecehkan dia.
"Apakah normal suporter Bastia mengeluarkan suara monyet sepanjang pertandingan dan tak ada seorang pun dari komisi disiplin bereaksi?" tulis Balotelli di media sosial pribadinya.
REAL SHAME. pic.twitter.com/dEzSRn87N1
— Mario Balotelli (@FinallyMario) January 21, 2017
"Jadi, apakah rasialisme legal di Prancis? Atau hanya di Bastia? Sepak bola adalah olahraga luar biasa, tetapi suporter Bastia membuatnya menjadi mengerikan. Ini benar-benar memalukan," tulis mantan pemain Liverpool itu.
Dalam wawancara terbaru dengan RMC Sport, Rabu (15/3/2017), Balotelli mengutarakan bahwa pernyataan dia untuk mewakili orang-orang yang mengalami hal serupa dengan dirinya.
Yanayotajwa kuwa ni miongoni ya magoli bora ya Mario Balotelli ya muda wote. pic.twitter.com/fHbGbYNd4R
— millard ayo (@millardayo) February 20, 2017
"Saya tidak dapat mengatakan apa-apa di sepanjang pertandingan. Akan tetapi, setelah itu saya ingin menggunakan suara saya dan mengatakan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan oleh mereka yang berada dalam situasi ini," kata Balotelli.
"Saya melakukannya untuk mereka," ucap dia lagi.
Baca Juga:
- Monaco Cetak Sejarah, Sang Pelatih Sebut Strategi Menghindari 'Kematian'
- Jan Oblak Angkat Bicara soal Tiga Tepisan dalam Empat Detik
- Tiga Tepisan Beruntun dalam Empat Detik, Jan Oblak Dibanjiri Pujian
Pesepak bola kelahiran Palermo, Italia, ini juga mengaku dirinya telah membatasi hubungan pertemanan.
"Saya tidak peduli apa yang orang pikirkan. Mereka hanya melihat saya di lapangan dalam 90 menit per minggu," ujar Balotelli.
Editor | : | Beri Bagja |
Sumber | : | BBC, RMC Sport |
Komentar