Pertarungan menarik akan terjadi saat Mesir bertemu Maroko di babak perempat final pada Minggu (29/1/2017). Mohamed Salah di kubu Mesir dan Aziz Bouhaddouz (Maroko) menjadi sosok yang diharapkan menciptakan kegemilangan.
Penulis: Dedi Rinaldi
Mohamed Salah telah membuktikan bahwa dirinya memang begitu penting buat timnas Mesir. Striker yang bermain di klub AS Roma, Italia, ini yang meloloskan Mesir ke perempat final dengan status juara Grup D.
Salah menciptakan gol semata wayang ke gawang tim favorit Ghana.
“Kami ingin Salah kembali berguna saat melawan Maroko, tim yang terus berkembang sepanjang turnamen ini di bawah racikan Herve Renard,” kata pelatih Mesir, Hector Cuper.
Apa yang dikatakan Cuper memang benar. Maroko di tangan Renard telah sukses menyingkirkan sang juara bertahan Pantai Gading dalam laga penentuan di Grup C.
Padahal, Pantai Gading datang ke Piala Afrika 2017 dengan tekad kembali menjadi juara.
Cuper mengakui bahwa kepercayaan diri timnya cukup baik, namun menghadapi Maroko sekarang harus dengan kecermatan.
Baca Juga:
- Momen JUARA: Gol Penalti Antonin Panenka di Final Piala Eropa 1976
- Logan dan Batasan Usia di Liga Indonesia
- Regulasi Pemain Muda Harus Bisa Menjaga Kualitas Liga
Pelatih Maroko disebut Cuper punya kemampuan mendorong anak buahnya untuk mati-matian.
Renard memang memang memiliki pengalaman memikat di ajang Piala Afrika yaitu menjadi pelatih pertama yang sukses menyumbangkan trofi juara dengan dua tim berbeda.
Pelatih asal Prancis asal Prancis berusia 48 tahun ini tercatat pernah membawa Zambia juara pada 2012, dan kemudian Pantai Gading pada 2015.
Tentu saja Mesir bukan nama baru bagi Renard, sehingga akan lebih memudahkan bagi Maroko untuk berkarya.
Tak pelak, Mesir harus mengerahkan semua tenaga dalam menghadapi tim yang berkembang seperti Maroko.
Editor | : | Beri Bagja |
Sumber | : | Tabloid BOLA |
Komentar