Ketidakhadiran Casemiro berdampak buruk terhadap pertahanan Real Madrid. Gawang mereka jadi rentan kebobolan.
Madrid kehilangan Casemiro dalam 8 laga di semua kompetisi musim 2016-2017. Gelandang bertahan berusia 24 tahun itu melewatkan satu pertandingan karena membela timnas Brasil, sedangkan sisanya karena fraktur fibula.
Tanpa Casemiro, tak sekali pun Los Blancos mengakhiri pertandingan dengan cleansheet. Gawang kawalan Keylor Navas kemasukan 11 kali dari 8 partai tersebut.
Madrid kebobolan saat bersua Osasuna (2 gol), Borussia Dortmund (2), Villarreal (1), Las Palmas (2), Eibar (1), Real Betis (1), Legia Warsawa (1), dan Athletic Bilbao (1). Dengan kata lain, El Real kebobolan 1,4 gol per pertandingan.
Baca juga:
- Gagal 'Clean Sheet', Pemain Leicester Tak Dapat Kue Ulang Tahun
- Wenger: Pertandingan yang Bikin Frustrasi
- Bellerin Tak Mau Jawab Telepon dari Barcelona
Hal kontras terlihat ketika Cesemiro berada di lapangan. Casemiro bermain 5 kali, gawang Madrid cuma kemasukan 4 gol (0,8 gol per laga).
Kapan Casemiro akan kembali ke lapangan? Sang pelatih, Zinedine Zidane, bahkan tak bisa memberi jawaban pasti.
"Tes baru-baru ini menunjukkan bahwa fraktur belum sepenuhnya terkonsolidasi. Dia masih dalam proses pemulihan, tetapi terus membaik setiap hari," kata Zidane.
Di La Liga musim ini, Casemiro mengukir rataan 5,3 tekel sukses per laga. Jumlah tersebut paling tinggi di antara bek-bek lain Madrid.
Editor | : | Aloysius Gonsaga |
Sumber | : | AS |
Komentar