Dalam hal usia, karier dan pengalaman, Alfred Riedl termasuk sosok veteran di kancah sepak bola nasional. Umurnya sudah menginjak 66 tahun dan bahkan kerap disapa dengan panggilan "Opa" oleh beberapa pemain.
Penulis: Martinus Raya Bangun
Kesan itu juga kentara saat Tabloid BOLA melakukan sesi wawancara khusus dengan Alfred pada akhir pekan silam. Di awal pertemuan tersebut, sambutan Riedl tak terlalu hangat. Ia sempat agak jual mahal dan sesekali memamerkan tampangnya yang sangar.
Suasana baru mencair begitu sesi wawancara dimulai. Dengan setengah bercanda, Riedl sempat meminta agar BOLA menyapanya dengan panggilan yang agak tak lazim dari biasanya.
"Saya sedang kurang sreg dipanggil coach. Toh, kamu juga bukan pemain saya," ujar Riedl di awal pertemuan.
Setelah berembuk sebentar, akhirnya disepakati agar BOLA mulai menyapa sang pelatih dengan panggilan Mr. Alfred. Namun, kesepakatan itu pun belum sepenuhnya memuaskan Riedl.
Apalagi, BOLA dan awak media lain sudah terbiasa menggunakan panggilan coach kepada setiap pelatih yang dijumpai atau diwawancara.
Masih dengan setengah bercanda, Riedl juga sempat bertanya soal apa kata sapaan yang bisa digunakan masyarakat Indonesia pada umumnya jika berbicara dengan orang yang lebih tua.
"Kalian kalau panggil Joko Driyono (Direktur GTS) pakai panggilan apa? Bapak? Pak? Bisa juga. Jadi, kalau belum terbiasa memanggil saya dengan sapaan Mr. Alfred, kalian bisa panggil saya dengan sapaan Pak Alfred saja agar lebih mudah," ujar Riedl.
Begitulah Riedl. Di balik perawakannya yang galak dan gayanya yang serius, ia mampu menjalin hubungan harmonis dengan awak peliput timnas.
Namun, ia menolak jika upaya itu dianggap untuk mencari perhatian atau eksistensi di depan media. Hal itu pula yang bakal ia kedepankan jika nanti dianggap gagal mengangkat skuat Merah-Putih di ajang Piala AFF 2016.
"Saya ini sudah tua dan tak perlu eksis lagi. Jadi, saya tak terlalu peduli jika nanti banyak orang yang menyalahkan saya hanya karena timnas gagal juara Piala AFF," ujar Riedl.
Di pengujung pertemuan, lagi-lagi Riedl mengajak BOLA untuk kembali bercanda.
"Terima kasih sudah meluangkan waktu Anda sekalian untuk mewawancarai saya hingga selesai. Sekarang, saya minta bayaran saya," ujar Riedl sambil tersenyum.
Editor | : | Weshley Hutagalung |
Sumber | : | Tabloid BOLA |
Komentar