Pasangan ganda campuran nasional, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, menyebut ketepatan strategi bertanding menjadi kunci kemenangan mereka pada perempat final India Terbuka 2016 di New Delhi, Jumat (1/4/2016).
Kendati lawan yang dihadapi merupakan unggulan ketiga yaitu Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark), Riky/Richi membuktikan opsi strategi mereka memang lebih baik.
"Strategi kami berjalan seperti yang direncanakan. Namun, pada awal pertandingan saya banyak melakukan kesalahan di sisi kanan, sehingga lawan terus mengincar sisi ini," tutur Richi yang dikutip badmintonindonesia.org.
Dalam pertemuan ketiga kontra Nielsen/Pedersen ini, Riky/Richi memang harus berduel sengit sepanjang tiga gim dalam 80 menit sebelum menyegel kemenangan.
Setelah kalah 23-25 pada gim pertama, Riky/Richi menang 21-19 dan 23-21 pada dua gim berikutnya yang memastikan mereka mendapatkan tiket ke semifinal.
"Lawan hari ini sulit karena mereka pemain dengan teknik bagus. Apalagi, mereka juga finalis All England, jadi mungkin lebih percaya diri," ujar Richi.
Pada semifinal yang dijadwalkan pada Sabtu (2/4/2016), Riky/Richi akan melawan pasangan Thailand, Bodin Issara/Savitree Amitrapai.
Sejauh ini, ganda campuran berperingkat ke-32 dunia itu baru sekali bertemu Issara/Amitrapai.
Saat bertemu pada perempat final Vietnam Terbuka 2015, Riky/Richi kalah dua gim langsung, 17-21, 17-21.
"Kami banyak belajar dari kekalahan di Vietnam. Jangan sampai kesalahan di sana terulang lagi. Kami harus tampil lebih baik," kata Richi.
"Kami juga harus lebih fokus dan mengurangi kesalahan di lapangan," ujar Riky menambahkan.
Editor | : | Pipit Puspita Rini |
Sumber | : | badmintonindonesia.org |
Komentar