Pernah menjadi bagian dari dari sejarah klub, Claudio Ranieri (64) dan Andriy Shevchenko (39), menolak untuk mengambil alih kursi kepelatihan Chelsea yang baru ditinggalkan Jose Mourinho (52) pada Kamis (17/12/2015) malam WIB.
Mourinho baru saja dipecat dan harus angkat kaki dari Stamford Bridge. Catatan 9 kekalahan dari 16 pertandingan Premier League menjadi bencana bagi sang juara bertahan. Kepergian Mou menjadi puncak dari semuanya.
Ranieri, salah satu sosok yang berperan dalam pemecatan Mou, karena membawa Leicester City membungkam Chelsea 2-1 pada Senin (14/12/2015) membantah spekulasi bahwa dirinya akan kembali menangani The Blues.
"Sekarang saya hanya memikirkan Leicester. Itu hanya spekulasi. Saya sudah tua dan saya telah membaca banyak spekulasi," ujar Ranieri dalam laman Four Four Two.
[video]http://video.kompas.com/e/4661359478001_ackom_pballball[/video]
Sementara itu, mantan striker Chelsea, Shevchenko, mengaku belum siap untuk memulai karier di manajemen klub.
Berbicara di Kuwait Champions Challenge, eks kapten timnas Ukraina itu tertawa ketika ditanya tentang peluang menangani Chelsea.
"Saya belum akan berkarier lagi selama satu tahun ke depan. Ketika saya sudah mulai, itu mungkin akan menjadi pertanyaan yang tepat untuk saya," ujar pemain yang akrab disapa Sheva itu.
"Saat ini, saya masih berpikir tentang posisi karier dalam manajemen, seperti sebagai direktur olahraga atau bekerja di bidang administrasi klub. Mungkin saya akan segera memulai karier saya sendiri sebagai seorang manajer," ucapnya lagi.
Selama menukangi Chelsea dalam edisi 2000-2004, Ranieri mempersembahkan 107 kemenangan dari total 199 laga. Sementara Shevchenko ikut mengantarkan The Blues meraih titel Piala FA (2007), Piala Liga (2007), dan Community Shield (2009).
Baca juga:
- Kicauan Kocak Karma Mourinho terhadap Wenger
- Rentetan Catatan Kelam Mourinho Sebelum Ditendang
- Mourinho Tidak Menerima Pesangon Sebesar 40 Juta Pound
Editor | : | Jalu Wisnu Wirajati |
Sumber | : | four four two |
Komentar