JUARA.NET - Conor McGregor ungkapkan rasa kekaguman kepada Demetrious Johnson yang sukses memenangi sabuk juara kelas terbang ONE Championship.
Demetrious Johnson akhirnya merebut sabuk kelas terbang ONE Championship setelah mengalahkan Adriano Moraes di ONE Fight Night 1, Sabtu (27/8/2022) di Singapura.
Petarung yang akrab disapa DJ itu sebelumnya kalah di pertemuan pertama melawan Moraes pada 7 April 2021.
Dalam laga balas dendam di ONE Fight Night 1, Demetrious Johnson sukses meng-KO sang juara bertahan.
Ronde keempat menjadi petaka bagi Moraes setelah serangan lutut DJ mampu mengenai telak dagunya.
Serangan itu membuat Moraes terkapar dan tidak bisa melanjutkan pertarungan lagi.
Hasil di ONE Fight Night 1 menjadi kemenangan yang luar biasa bagi mantan raja kelas terbang UFC itu.
Megabintang UFC, Conor McGregor, termasuk salah satu pihak yang kagum dengan penampilan jagoan berjulukan Mighty Mouse itu.
"Lagi-lagi Mighty Mouse tampil luar biasa." tulis McGregor dalam media sosialnya dikutip dari Sportskeeda.
Sosok Johnson memang bukanlah petarung biasa karena pernah menjadi jagoan terbaik di kelas terbang UFC selama lima tahun pada selang 2012-2017.
Johnson bahkan pernah mempertahankan gelar juara di kelas terbang UFC sebanyak 11 kali.
Kemenangan atas Moraes di ONE Fight Night 1 membuat DJ menjadi raja di kelas terbang ONE Championship.
Sebelumnya Johnson juga berhasil menang menghadapi raja Muay Thai, yakni Rodtang Jitmuangnon.
Pertandingan mereka digelar dengan peraturan campuran di ONE X pada Maret lalu.
Baca Juga: Lewati Ronde Ketiga, Demetrious Johnson Bakal Balas Kekalahan dari Adriano Moraes via Hitungan Angka
DJ juga pernah menjadi pemenang Turnamen Grand Prix Kelas Terbang ONE Championship sebelum kini akhirnya menjadi juara sejati.
Kesuksesan di ONE Fight Night 1 sekaligus membuktikan jika Demetrious Johnson tidak hanya menguasai kelas terbang di ajang UFC.
Johnson dulu datang ke ONE Championship pada 2018 dengan ditukar oleh Ben Askren.
Berstatus juara kelas welter ONE Championship, Ben Askren kemudian gagal bersinar di UFC.
Askren bahkan memegang rekor tragis sebagai korban KO tercepat di UFC saat dia di-KO Jorge Masvidal dalam 5 detik pada 2019.
Berbeda dari Askren, Demetrious Johnson kini membuktikan dirinya bisa sukses setelah menjadi bahan pertukaran antara UFC dan ONE Championship.
Bisa menjadi juara di dua organisasi elite itu tentunya akan menjaga nama Johnson untuk terus disebut dalam perbincangan GOAT di jagat MMA.
Editor | : | Dwi Widijatmiko |
Sumber | : | Sportskeeda.com |
Komentar