JUARA.NET - Legenda tinju George Foreman menghabisi salah satu penakluk Muhammad Ali dengan sangat mudah pada sejarah hari ini 51 tahun yang lalu.
Pada 21 Maret lalu, jagat olahraga tarung dibuat berduka oleh kabar berpulangnya salah satu petinju terbaik yang pernah hidup.
Juara dunia tinju kelas berat tertua sepanjang sejarah, George Foreman, meninggal dunia dalam usia 76 tahun.
Petinju berjulukan Big George itu mencapai puncak karier amatir dengan memenangi medali emas Olimpiade 1968.
Beralih ke tinju profesional, sosok kelahiran 10 Januari 1949 itu 2 kali menjadi juara dunia.
Kariernya berlangsung pada rentang 1969-1997 dengan rekor 76-5 termasuk 68 kali menang KO.
Sabuk juara dunia kelas berat NABF pernah diraihnya pada 1971 dan 1976 lalu WBA-WBC-The Ring pada 1973.
Dalam usia 45 tahun pada 1994, Foreman masih mampu meraih gelar juara WBA dan IBF.
Baca Juga: SEJARAH HARI INI - Cristiano Ronaldo Jadi Manusia Tercepat Cetak 100 Gol di LaLiga
Salah satu pertarungan yang menggambarkan kehebatan Foreman di masa emasnya terjadi pada sejarah hari ini, 26 Maret 1974.
Di Caracas, Venezuela, George Foreman dengan mudah menghabisi Ken Norton untuk mempertahankan sabuk juara WBA, WBC, dan The Ring yang dipegangnya.
Padahal, setahun sebelumnya Norton mampu mengalahkan legenda tinju lainnya, Muhammad Ali.
Norton mampu meladeni Ali bertarung selama 12 ronde dan hanya kalah lewat keputusan terbelah.
Akan tetapi di hadapan Foreman, keperkasaan The Black Hercules sama sekali tidak terlihat.
Foreman masuk ke pertarungan dengan rekor 39-0 sedangkan Norton 30-2.
Duel sebetulnya berlangsung seimbang di ronde pertama.
Tetapi, Big George unggul di ronde 2 dan langsung memasukkan banyak pukulan keras.
Semenit memasuki ronde 2, pukulan Foreman menyentak Norton.
Tidak menyia-nyiakan kesempatan, Foreman mengirim kombinasi yang membuat Norton terjengkang dan ambruk ke tali ring.
Norton bisa menjawab 8 hitungan wajib dari wasit tetapi kembali dibuat terjajar ke tali ring oleh Foreman.
Wasit tidak menghitung momen itu sebagai knockdown sehingga pertarungan dilanjutkan.
Namun, sekali lagi Foreman menghajar Norton untuk membuatnya jatuh terlentang di kanvas.
Norton masih bisa bangun tetapi wasit menghentikan pertarungan.
Orang-orang di sudut Norton juga terlihat meminta wasit menyetop duel.
Wasit mengaku dia melihat mata The Black Hercules sempat tinggal putihnya saja.
Kemenangan brutal ini membuat Foreman kemudian sangat diunggulkan bakal menang atas Muhammad Ali saat mereka bertemu dalam penampilan Big George berikutnya pada 30 Oktober 1974.
Namun, Ali membuat kejutan dengan meng-KO Foreman di ronde 8 dalam laga yang terkenal dengan nama The Rumble in the Jungle itu.
Editor | : | Dwi Widijatmiko |
Sumber | : | BoxRec.com |
Komentar