JUARA.NET - Bos KTM Tech3, Herve Poncharal ikut menanggapi terkait permintaan Aprilia untuk mengubah aturan tes MotoGP.
CEO Aprilia, Massimo Rivola belakangan mengutarakan usulan terkait peraturan MotoGP.
Rivola diketahui ingin membuat peraturan baru yang memungkinkan para pembalap yang cedera bisa melakukan tes secara privat sebelum kembali membalap.
Jika aturan ini disetujui dan langsung diterapkan, tentu Aprilia dan pembalapnya, Jorge Martin akan sangat diuntungkan.
Mengingat, Martin mengalami cedera yang membuatnya melewatkan serangkaian tes dan beberapa seri awal MotoGP.
Permintaan Rivola itu pun mendapatkan penolakan dari beberapa pihak termasuk Ducati dan pembalap mereka, Marc Marquez.
Tak cuma itu, pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller juga memberikan bantahan tegas soal usul Aprilia tersebut.
Miller bahkan menegaskan bahwa dari dulu sampai saat ini, tidak ada aturan MotoGP yang seperti itu.
Baca Juga: MotoGP Amerika 2025 - Bos KTM Tech3 Optimis, Pembalapnya Tunjukkan Potensi
Sementara itu, Marc Marquez memberikan penolakan lebih halus dengan menyebut bahwa aturan itu sebenarnya bagus, tapi jika diterapkan mulai musim berikutnya.
Terkait berbagai kisruh terkait permintaan Aprilia tersebut, bos KTM Tech3, Herve Poncharal mengungkap pendapatnya.
Poncharal tampaknya tak keberatan, ia memahami mengapa Rivola meminta hal itu.
Meski begitu, perubahan aturan tentu tetap membutuhkan persetujuan semua pabrikan.
"Dalam olahraga seperti tenis atau sepak bola, para atlet bisa berlatih dengan bebas."
"Saya memahami permintaan Rivola, tetapi setiap perubahan peraturan membutuhkan persetujuan dari semua pabrikan," ungkap Poncharal.
Meskipun sepertinya tidak akan ada perubahan pada tahun 2025, Poncharal tidak menutup kemungkinan peraturan ini akan berubah pada tahun 2026 mendatang.
Editor | : | Ananda Lathifah Rozalina |
Sumber | : | Motosan.es |
Komentar