Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Kepergian Sosok Fundamentalis dalam Sejarah AC Milan

By Minggu, 3 April 2016 | 18:01 WIB
Cesare Maldini mengangkat trofi Piala Champions di Stadion Wembley pada musim 1962-1963. (DOK. AC MILAN)

 

Satu membela Torino pada musim 1966-1967, Maldini lantas memutuskan gantung sepatu. Jeda tiga tahun, dia lalu menerima jabatan menjadi asisten pelatih AC Milan pada 1970-1972.

Dia kemudian diangkat menjadi pelatih kepala pada 1972, dan mengantarkan timnya meraih Piala Winners pada musim pertamanya.

Prestasi terbaiknya sebagai pelatih dicatat ketika menangani tim muda Italia. Dia membawa tim U-21 Italia tiga kali menjadi juara Eropa.

Pasca-Piala Eropa 1996, dia lalu diangkat menjadi pelatih tim nasional senior Italia menggantikan Arrigo Sacchi. Italia kandas pada perempat final Piala Dunia 1998 dari Perancis, dan Maldini mundur setelahnya.

 

Sempat menjadi pelatih sementara AC Milan pada 2001, Maldini kemudian didaulat menjadi pelatih Paraguay pada tahun yang sama.

Paraguay dibawanya lolos ke babak 16 besar. Mereka disisihkan oleh Jerman dengan skor 0-1 pada babak tersebut.

Setelah itu, Maldini lebih banyak menghabiskan kariernya sebagai pengamat sepak bola dan pemandu bakat di AC Milan.

Maldini mewariskan darah sepak bolanya kepada Paolo Maldini (anak) serta Christian dan Daniel (cucu). Namun, Cesare Maldini belum bisa melihat kiprah cucunya bermain di tim senior AC Milan karena telah mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (3/4/2016) dini hari.

Sebagai tanda penghormatan, para pemain AC Milan akan mengenakan ban hitam saat bertanding melawan Atalanta pada Minggu (3/4/2016).

 

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P