masing tim, pebasket NBA biasanya memiliki pelatih fisik dan fisioterapist pribadi.
Musim 2011/12 yang berlangsung pendek disambut meriah oleh para fans NBA seantero dunia. Namun bagi pemain dan klub, mereka kini dihantui kecemasan sangat tinggi oleh cedera. Ya, sampai Jumat (20/1) ini, sudah puluhan pebasket sekelas All-Star masuk ruang rehabilitasi.
Sebutlah MVP 2011 Derrick Rose (Chicago) yang terkena dua cedera: sikut dan jempol. Lalu ada Dwyane Wade yang bermasalah dengan 5 cedera, salah satunya engkel. Paul Pierce (Boston) cedera tungkai, Manu Ginobili patah tangan kiri, Brook Lopez (Nets) patah metatarsal, dll.
Kobe Bryant, top scorer musim ini malah harus bermain dengan pergelangan tangan kanan dibebat dan mendapat suntikan setelah salah satu ototnya dinyatakan putus saat pre season. Kabar terbaru, point guard Boston Rajon Rondo dan Dirk Nowitzki MVP Final 2011 juga masuk ruang perawatan akibat pergelangan tangan cedera dan lutut.
Seberapa cemas pelatih melihat kondisi itu?
“Cedera-cedera yang mengerikan. Saya sangat cemas mendengar kabar-kabar seperti itu,” kata Stan Van Gundy, pelatih Orlando Magic, seperti dikutip AP.
Persiapan yang pendek akibat pemogokan (lock out) ditengarai menjadi penyebab utama cedera-cedera itu. Off season biasanya digunakan para pebasket yang terkendala cedera untuk mereparasi cedera, lantas merehabilitasinya dengan asistensi pelatih fisik andalan masing-masing tim. Namun karena saat itu terjadi lock out, kontak tidak boleh dilakukan. Ini membuat pemain mempersiapkan dengan cara masing-masing.
Contohnya adalah Stephen Curry. Guard Golden State Warriors ini kini harus habis-habisan meyakinkan diri sendiri bahwa engkel kanannya tidak bermasalah. Curry pun harus menerima kenyataan dicoret dari timnas AS ke Olimpiade London.
Di off season, Curry menjalani operasi engkel kanan di Charlotte, kota kelahirannya. Ia dioperasi oleh dokter ahli. Namun, usai operasi ia tidak bisa memaksimalkan fasilitas rehabilitasi klub karena lock out.
Rehabilitasi yang tidak sempurna membuat Curry harus absent setelah 3 kali berlaga di kompetisi reguler. Penyebabnya adalah cedera engkel kanan yang kambuh lagi. Karena tidak yakin dengan kondisinya, pelatih Mark Jackson mengambil back up point guard Nate Robinson.
Menurut Stephen, ia sudah melakukan hal benar. “Dokter yang mengoperasi saya adalah salah satu yang terbaik. Ia pun sering diminta Charlotte Bobcats menyembuhkan cedera pemain,” ungkap Stephen. “Namun, rehabilitasi yang tidak maksimal kemungkinan besar adalah penyebabnya.”
***
Terlalu banyak bertanding di saat off season juga menjadi alasan penurunan performa. Pelatih Washington Wizards, Flip Saunders, mengeluhkan dampak pertandingan persahabatan John Wall, guard andalan Wizards.
“Ia terlalu banyak bertanding di laga amal dan persahabatan. Itu tidaklah salah. Namun, sangat merugikan kami sebab kami tidak bisa mengontrolnya,” ungkap Saunders. Sampai hari ini, Wizards baru memetik 2 kemenangan saja.
Salah satu pelatih yang sangat cemas dengan cedera pemain adalah Mike Brown. Pelatih Lakers ini sampai mengeluarkan resolusi mengurangi waktu bermain Kobe Bryant.
“Saya akan mengurangi waktu bermain Kobe. Sangat berisiko melihatnya berada penuh di lapangan. Saya akan mengatur agar ia benar-benar segar saat masuk ke lapangan,” ungkap Brown. “Kobe adalah aset berharga Lakers. Ia seorang hard worker dan bertanggung jawab setiap kali bermain di lapangan.”
Kecemasan juga dirasakan Erick Spoelstra. Kembali Dwyane Wade absen karena cedera engkel membuat kekuatan Heat menurun. “Saya hanya akan menurunkan jika cederanya pulih,” ungkap Spoelstra.
Problema cedera tidak melulu masalah atlet. Kegemukan juga manjadi problem tersendiri. Kegemukan menjadi penyebab Ron Artest alias Meta World Peace turun pangkat menjadi pemain cadangan. Eddy Curry, center Heat juga harus menurunkan berat badannya agar bisa bermain.
Saat menghadapi LA Lakers di Miami, Jumat pagi, Curry akhirnya dimainkan Spoelstra. Ia dimasukkan ke lapangan pada kuarter pertama tersisa 3 menit. Seperti dirilis beberapa media, Curry mengalami penurunan hampir 50 kg.
“Saya sangat menantikan ia kembali sehat. Eddy adalah pebasket berbakat,” ungkap Wade.
Eddy sendiri sudah menantikan saat itu. “Dua tahun saya menunggu. Semoga kesempatan itu datang di Heat,” ungkap Eddy. Dan, akhirnya kesempatan itu diberikan.
Editor | : | Eko Widodo |
Komentar