JUARA.NET - Pelatih, Lee Wan Wah membahas soal meningkatnya permintaan pelatih Malaysia yang mulai sisihkan pelatih Indonesia dan China.
Dua nama pelatih dari negeri Jiran memang sedang jadi sorotan.
Sosok Wong Choong Hann dan Hafiz Hasim mendapatkan peran penting di luar Malaysia.
Wong seperti yang diketahui direkrut oleh tim Hong Kong.
Sementara itu, Hafiz digaet tunggal putri gacoan India, P.V. Sindhu.
Menurut Lee, kondisi ini jauh berbeda dengan dua dekade yang lalu.
Sebelumnya para pelatih dan Indonesia dan China yang begitu mendominasi permintaan pasar.
Yang terjadi sekarang membuatnya pede menyebut pelatih Malaysia mulai diperhitungkan.
Jika ditarik garis, ada banyak hal yang membuat pelatih Malaysia diminati.
Selain tentunya performa, masalah bahasa menjadi salah satu penyebabnya.
"Dua dekade lalu, permintaan akan pelatih asal Indonesia dan China begitu tinggi," ujar Lee Wan Wah, dilansir Juara.net dari NST.com.my.
"Tetapi, sekarang pelatih Malaysia makin disorot."
"Hal ini bisa terjadi karena para pelatih Malaysia konsisten menghasilkan pemain yang bertalenta."
"Selain itu, mereka juga telah berubah menjadi pelatih yang bagus juga."
"Rekan jejak pelatih Malaysia juga berbicara banyak."
"Sebagai tambahan, pelatih Malaysia juga bisa berbicara dengan bermacam-macam bahasa."
"Hal itu membuat komunikasi jadi lebih baik. Ambil contoh tim Inggris. Tentu pelatih Malaysia jauh lebih cocok dari segi bahasa, ketimbang pelatih asal China," tambahnya.
Lee sendiri saat ini juga menjadi pelatih.
Dia bertugas sebagai staff kepelatihan tim Jepang.
Baca Juga: Jelang Korea Open 2023, Rexy Mainaky Kuak Kondisi Lawan Seimbang Apriyani/Fadia
Empat tahun bersama Jepang, dia menyarankan para pelatih Malaysia juga mengambil kesempatan jika ada tawaran melatih ke luar.
"Jika tawarannya bagus mengapa tidak?" terangnya.
"Ada banyak posisi di tim Malaysia."
"Jadi, jika ada kesempatan dari luar, ya, disikat saja."
"Dari situlah kita bisa belajar dan mengadaptasi lingkungan serta sistem yang berbeda."
"Pada akhirnya, yang kita dapatkan adalah pengamalan yang tak ternilai harganya," pungkas Lee.
Baca Juga: Segrup dengan China di BAJC 2023, Pebulu Tangkis Indonesia : Kami Tidak Mau Kalah, Tapi....
Editor | : | Fiqri Al Awe |
Sumber | : | NST.com.my |
Komentar