Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

Dikritik Soal Banting Raket, Pemupus Asa Pebulu Tangkis Indonesia di Thailand Masters 2025 Bilang Begini

By Ananda Lathifah Rozalina - Kamis, 20 Februari 2025 | 16:30 WIB
tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh bicara soal kritik yang datang padanya
TANGKAPAN LAYAR BWF TV
tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh bicara soal kritik yang datang padanya

JUARA.NET - Tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh tanggapi kritik yang datang padanya.

Jason berhasil mendapatkan gelar juara BWF World Tour pertamanya pada awal tahun ini.

Pebulu tangkis yang memupus asa wakil Indonesia, Moh. Zaki Ubaidillah di Thailand Masters 2025 berhasil melesat hingga final dan sukses meraih gelar juara.

Jason memenangi gelar juara Thailand Masters 2025 dengan menaklukkan wakil China, Wang Zhengxing pada Minggu (2/2/2025).

Meski berhasil mengharumkan nama negaranya, di saat yang bersamaan, Jason tak bisa lepas dari kritik.

Pebulu tangkis asal Singapura itu mendapatkan kritikan karena sikapnya yang membanting raket usai menang di final, tato yang dimilikinya hingga caranya memandang lawan.

Jason diketahui berselebrasi dengan membanting raket serta membuka baju yang menunjukkan tato di tubuhnya setelah berhasil menang.

Baca Juga: Malaysia OTW Punya 3 Ganda Putra Top 10, Anak Asuh Herry IP Makin Termotivasi

Terkait masalah ini, Jason menuturkan bahwa caranya memandang lawan tidak pernah berniat meremehkan lawan.

Sementara itu, soal raket ia paham bahwa itu bukan tindakan yang tepat.

Tapi itu adalah caranya mengeluarkan emosinya yang merasa sepert mustahil meraih kemenangan tapi pada akhirnya berhasil.

"Mungkin itu adalah cara saya melihat dan bagaimana saya berada di zona selama pertandingan, tetapi 100 persen saya tidak pernah berniat untuk tidak menghormati lawan saya," kata Teh kepada media pada peluncuran Singapore Open di Parkroyal di Beach Road pada 19 Februari.

"Melempar raket itu tidak benar, tapi saya melakukannya secara mendadak."

"Saya belum pernah melakukan hal itu sebelumnya, tapi saya juga belum pernah berada dalam situasi itu sebelumnya."

"Saya memimpin 17-14, dan kalah 18-19 setelah melakukan pukulan yang membentur net."

"Saya berpikir bahwa saya tidak ditakdirkan untuk menjadi juara, dan ketika saya akhirnya menang, saya harus mengeluarkan emosi saya."

"Saya telah kalah di tujuh final sebelum ini."

"Saya pikir mereka yang belum pernah mengalami hal ini tidak akan tahu bagaimana rasanya," terang Jason.

Baca Juga: Belum Berhasil Juarai Thailand Masters 2025, Fikri/Daniel Petik Pelajaran

Jason juga menuturkan bahwa dia tidak masalah dengan komentar yang datang, selama mereka tidak menyerang keluarga dan orang-orang dekatnya.

"Namun saya berterima kasih atas komentar positif dan negatif. Selama mereka tidak menyerang keluarga saya, saya baik-baik saja," tambahnya.

 

Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

Editor : Ananda Lathifah Rozalina
Sumber : The Star


Komentar

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

YANG LAINNYA

SELANJUTNYA INDEX BERITA

Close Ads X