JUARA.NET - Francesco Bagnaia dinilai tetap tidak bisa sebanding dengan Marc Marquez sekalipun dapat settingan motor yang sama dari Ducati.
Pecco Bagnaia masih tertinggal dari rekan setimnya di tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, di dua seri awal MotoGP 2025.
Pembalap asal Italia itu sukses naik podium di seri pertama dengan finish di urutan ketiga MotoGP Thailand 2025.
Namun pada seri kedua, Bagnaia harus puas di belakang Morbidelli di MotoGP Argentina 2025.
Permasalahan Bagnaia jelas berada pada settingan motor.
Ia masih belum menemukan settingan terbaik untuk bisa bersaing dengan Marc Marquez.
Hal ini sebagaimana diulas pengamat MotoGP, Neil Hodgson.
Dikutip Juara.net dari Motosan, keberadaan Frankie Carchedi menjadi salah satu alasan Marquez bisa mendominasi dengan Ducati.
"Jelas, Frankie adalah manajer tim Marc tahun lalu, jadi dia melihat kerugian Ducati 2023 dibandingkan dengan 2024," kata Neil.
Baca Juga: Babak Baru Rivalitas Marc Marquez dan Bagnaia, Legenda MotoGP Ramal Kecemburuan di Ducati
"Dia mengatakan itu antara, menurut pendapatnya, 0,4 dan 0,6 detik per lap," tambahnya.
Carchedi telah menemukan settingan terbaik untuk Marquez setelah satu tahun gagal juara bersama Gresini.
Neil menilai Marquez kini telah kembali dengan kemampuan terbaiknya.
Mantan pembalap Superbike itu bahkan mengklaim Bagnaia tidak mampu menandingi Marquez sekalipun diberi settingan motor yang sama.
"Jika kamu menempatkan Marc di motor yang sama dengan Pecco, ia (Bagnaia) tidak akan mampu mengimbanginya."
"Mengapa? Karena Marc adalah pebalap yang lebih baik," tutur Neil.
Pengamat asal Inggris itu lantas merefleksi masa kejayaan Marquez bersama Honda.
Di mana kala itu Marquez mampu meraih gelar beruntun meski para pembalap Honda lainnya sedang terpuruk.
"Pada tahun 2014, Honda adalah motor terbaik. Marc adalah pembalap terbaik dengan motor terbaik."
Baca Juga: Marc Marquez Dianggap Tak Sejago saat Masih di Honda, 2 Podium dengan Ducati Belum Cukup
"Setelah itu, Honda tidak mengalami peningkatan. Semua orang mengalami peningkatan, jadi kemudian semua kemenangan itu, semua gelar juara dunia itu, semua kesuksesan itu menempatkan Marc menjadi pebalap terbaik bukan dengan motor terbaik," jelasnya.
Sebelum akhirnya pembalap Spanyol itu menderita cedera setelah empat musim beruntun menjuarai MotoGP.
"Kemudian, tentu saja, setelah 2019, ia cedera, dan kemudian kita berakhir disitu."
"Pada tahun 2025, sekali lagi, pembalap terbaik berada di motor terbaik," tegas Neil.
Marquez diprediksi kembali melejit di MotoGP Amerika 2025.
Pembalap berusia 32 tahun itu punya rekor fantastis di Circuit of The Americas.
Marquez memenangi tujuh perlombaan di Austin sejak pertama digelar pada 2013.
Editor | : | Nungki Nugroho |
Sumber | : | Motosan.es |
Komentar